Kamis, 05 Januari 2012

pengobatan fisoterapi pada frozen shoulder


Frozen shoulder adalah suatu gangguan bahu yang sedikit atau sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit, tidak memper lihatkan kelainan pada foto Rontgen. tetapi menunjukkan adanya pembatasan gerak(2).
Adanya nyeri sekitar bahu.
Keterbatasan gerak sendi bahu, misalnya pasien tidak dapat

Fase-fase Frozen Shoulder(1)
Fase I
Dari 24 jam–minggu I setelah trauma dengan gejala-gejala: nyeri yang dominan, gerakan sendi terbatas ke segala arah karena sakit, dan kadang-kadang disertai bengkak. Dari minggu II s/d IV setelah trauma, dengan gejala-gejala yang dominan : jarak gerak sendi (ROM) terbatas, kaku terutama pada abduksi dan exorotasi, nyeri tajam pada akhir ROM dan gangguan koordinasi dan aktivitas lengan/bahu. d) Tes Orientasi : Untuk melihat kemampuan aktivitas lengan.
Menambah jarak gerak sendi bahu, Frozen shoulder dapat diidentikkan dengan capsulitis adhesif dan periarthritis yang ditandai dengan keterbatasan gerak baik secara pasif maupun aktif pada semua pola gerak. Pada penderita kelumpuhan separuh badan (hemiplegia), otot-otot sekitar sendi bahunya mengalami kelumpuhan. Posisi menggantung lengan disertai hilangnya kekuatan otot dan peng ikat sendi (ligamen) sebagai penyangga mengakibatkan keluar nya kepala sendi dari mangkoknya yang disebut subluksasi sendi bahu sehingga mengakibatkan tidak sempurnanya scapulo humeral rhythm. Bila lengan digerakkan ke atas secara pasif, ge rakan berputar tulang belikat dan terangkatnya tulang akromion yang dibutuhkan tidak terjadi, sehingga tonjolan tulang humerus membentur tulang akromion dan penderita merasa sakit. Stabilisasi pasif sendi (ligament) coracohumrale yang ber fungsi dalam mekanisme pengerem terhadap gerakan berlebihan sendi bahu sering terganggu akibat hilangnya mekanisme perlin dungan otot-otot bahu; akibatnya, fungsinya sebagai pengerem hilang, sehingga pada keadaan tersebut otot-otot sekitar sendi bahu (rotator cuff) akan sangat mudah mengalami cedera atau terjadinya penguluran yang berlebihan yang dikenal dengan over stretch. Dengan berbagai faktor di atas, penderita cenderung takut bila lengannya digerakkan ke atas, dan mempertahankan lengan nya dalam posisi mendekat di badan (adduksi). Bilahal ini terjadi dan berlangsung lama, akan  mengakibat kan perlengketan kapsul dan mengkerutnya kapsul sendi se hingga gerakan sendi tersebut akan mengalami keterbatasan dan bertambah nyeri.

Gejala
mengangkat lengannya, tidak dapat menyisir, tidak dapat meng - ambil dompet.
Otot-otot daerah sendi bahu nampak mengecil

PENGOBATAN FISIOTERAPI
Pengobatan fisioterapi pada kasus frozen shoulder akibat kelumpuhan separuh badan didasarkan atas problematik yang terjadi pada pasien. Adapun masalah yang sering mengganggu pasien seperti ini adalah : rasa nyeri gerak, terbatasnya ROM sendi bahu, kelemahan otot-otot daerah bahu, tidak mampu me lakukan gerakan-gerakan fungsional, yaitu : menyisir rambut, mengambil sesuatu yang tinggi, mengambil dompet.

Tujuan fisioterapi
Mengatasi rasa nyeri pada bahu.
Meningkatkan kekuatan otot-otot bagu.
Mengembalikan aktifitas fungsional bahu.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar